Little Escape

Traveling | Taking a picture | Get Lost | Eat | Play

Flash back Agustus 2015 - First Landing

Setelah 24 tahun cuma bisa ngerasain musim hujan dan musim panas, akhirnya mendarat dan hidup di negara yang ada musim dinginnya. I was so excited when I know Taiwan has 4 seasons so I can see the snow. But in fact Taiwan only has summer, raining season and winter (most of my Taiwanese friends say this) :P Ada satu hal yang awalnya membuat rada kecewa adalah pas tau musim dingin di Taiwan itu ga turun salju :(

Setelah mencari tau tentang musim dingin dan salju ini, ternyata hanya tempat tempat tertentu aja yang setiap tahunnya turun salju seperti di Hehuan Shan (合歡山) yang lokasinya cukup jauh dari Taipei (sekitar 4 jam perjalanan) dan akses public transportnya pun masih cenderung sulit. 


January 2016 - The unexpected things happened

Hello Olaf!

22 Januari - 24 Januari 2016 ada gelombang udara dingin yang menyebabkan suhu di Taipei mengalami suhu terendah dalam 44 tahun terakhir. And what happened then? Pada tanggal 23 Januari 2016 tengah malam Yangming Shang turun salju karena suhunya mencapai minus derajat. Tanpa pikir panjang, Minggu pagi tanggal 24 Januari 2016 langsung naik bus ke Yangmingshan yang jaraknya hanya sekitar 1-2jam dari Taipei untuk liat salju. Saat dijalan sedikit harap harap cemas dan mikir semoga saljunya masih ada dan belom cair. 

Yangmingshan's Busses

Taraaaa, jam 10:30 sudah sampai di Yangming Shan dan ternyata sudah banyak orang dan mobil disana. Saljunya masih nempel di daun dan rumput meskipun hanya tipis, diluar ekspektasi karena di bayangan awal adalah daun dan rumput full ketutup salju putih gitu, tapi ini masih ada hijau hijaunya. Karena ini salju pertama jadi masih tetep excited. Hari itu dilalui hanya untuk keliling di Yangmingshan National Park, nikmatin nuansa salju dan dinginnya. Dapet bonus juga ketika sekitar jam 4 atau 5 sore ada salju turun! My first snowfall!


The Atmosphere

Kita baru turun dari Yangmingshan sekitar jam 7 malam. Awalnya niat turun udah dari jam 3 sore tapi karena nungguin temen yang kejebak macet sekitar 3 jam pas naik keatas, mereka baru sampe sekitar jam 4 sore. Untung paginya dateng super pagi. Bener kata pepatah orang jaman dulu, kalo bangun kesiangan rejekinya bisa dipatok ayam. 


Beautiful in White!


Singkat cerita setelah keliling sekali lagi dengan rombongan yang lebih rame, kita antri bus untuk pulang sekitar jam 7 malam. Tetapi diluar dugaan, antrian bus sangat panjang mungkin sekitar 1 km. Salut sama Taiwan sudah terkoordinasi sangat baik untuk hal hal mendadak seperti ini, dari pemerintah langsung mengalokasikan banyak bus untuk rute Yangmingshan - MRT Jiandan (MRT terdekat untuk lanjut naik bus ke Yangmingshan). Tetapi sayangnya kita cukup malas untuk mengantri, jadi kami memutuskan untuk jalan kaki turun dari Yangmingshan ke Taipei (Shilin Night Market). 


Perjalanan penuh Bintang (Yangmingshan - Shilin Night Market)

Gak pernah terpikir jalan kaki turun dari gunung ke kota dengan jarak lebih dari 10km! Dan ga pernah kepikir juga ternyata jarak yang jauh itu ga akan terasa karena pemandangan yang super bagus dan tawa canda dengan teman saat perjalanan. Rombongan yang turun jalan kakipun tidak hanya kita, ada beberapa kelompok lainnya yang juga turun jalan kaki. Pemandangan malam sepanjang jalan cukup mencuri perhatian kita, lampu lampu kota yang terlihat dari atas gunung, bintang-bintang dilangit, cahaya bualan, udara sejuk bercampur dengan kegembiraan bisa melihat dan bermain salju. Jalan kaki dengan waktu tempuh 2 jam pun tidak terasa. Lelah? Pasti! Lapar? Ya dongg, jadi kita mampir Shilin Night Market untuk beli makan malem habis itu baru kita bubar.

Sayang tidak sempat foto pemandangan malam saat jalan kaki turun dari Yangmingshan, karena mata sudah terlalu terpesona sehingga melupakan HP atau kamera. Dilema terbesar untuk moment moemnt seperti ini adalah terkadang kita harus memilih untuk mengabadikan moment dengan kamera atau menikmati setiap detiknya tanpa gangguan apapun. Namun apapun pilihannya, yang terpenting adalah peristiwa itu akan selalu terkenang dihati :)

Love, from Yangmingshan


Jakarta, 3 October 2020

Salam untuk Yangmingshan,


Monica

 Hello again!

Setelah sekian lama dan hampir melupakan blog ini, tiba-tiba kepikiran buat nulis lagi karena sekarang lagi PSBB dan Covid yang tak kunjung berakhir buat kangen naik gunung. Sebenernya di gunung harusnya lebih aman dari Covid kan? Haha..

Well, disini mau flash back perjalanan hampir 5 1/2 tahun lalu. Lebih tepatnya 11 Mei 2015 - 14 Mei 2015. Pertama kalinya ngerasain naik kereta ekonomi dan itu langsung ke Malang. Pertama kalinya coba jadi anak gunung, dan gilanya kita berempat belom ada yang pernah naik gunung. Kita langsung coba gunung Semeru! Upss, meskipun akhirnya cuma sampe Ranu Kumbolo doang si karena kurang perisapan. 

Selamat datang pendaki!

Awalnya karena beberapa tahun sebelumnya muncul film yang judulnya 5 cm dan kita ngerasa itu keren, kenapa ga dicoba? Pergilah kita ke Malang buat ke Semeru, bukan ke Bromo (padahal harusnya Bromo duluan ya?) dan sampe sekarangpun belom ngerasain pergi ke Bromo :( But, it's ok. Semeru worth to try.

Bromo atau Semeru?

Day 1 - Ready to go?!

Perjalanan dimulai dari kita mencari cari Stasiun Pasar Senin itu dimana (maklum baru pertama) dan kita belom pernah ada yang naik kereta antar kota. Kereta kita berangkat sekitar jam 4 atau 5 sore, lupa lebih tepatnya jam berapa karena sudah lama sekali. Awalnya kita excited tapi ternyata begitu udah sampe Semarang, saat itu tengah malem dan berhenti di Semarang lumayan lama. Disana mulai deh berasa badan pegel pegel karena kursinya ga bisa disenderin dan ga bisa tidur nyenyak. Pagi paginya kereta sudah sampai daerah Jawa Timur, kita bisa liat sunrise ditengah sawah. Lumayan buat ngelupain kalo kita ga bisa tidur semaleman. Sekitar tengah hari kita sudah sampai di Malang. Karena kita punya teman yang ngekost di Malang, jadi kita tinggal disana di daerah Batu. Kebetulan kostnya masih banyak kamar kosong dan dia bisa jadi guide kita.

Sawah dipagi hari

Begitu sampe Malang kita baru bener bener siapin apa yang kita butuhkan buat ke Semeru, mulai dari nelponin Jeep buat ke Ranu Pani, sewa alat alat buat camp mulai dari kompor, tenda, dll. 

Day 3 - Semeru, Here We Go! #dramadimulai

Singkatnya setalah kita hampir ga kedapetan Jeep buat naik ke Ranu Pani, akhirnya kita ketemu 1 yang bisa angkut kita. Berangkatlah kita ke Ranu Pani, kita dijemput pagi pagi dari tempat kost untuk jalan ke Ranu Pani, 1 jeep isinya hanya kita berempat. Sambil jalan kita ada ngobrol ngobrol sama masnya, dan tiba tiba muncullah 1 pertanyaan yang buat kita syok "Sudah daftar?" Taraaaaaa!! Kita semua ga ada yang tau kalo harus daftar dulu. Oke akhirnya kita bilang "Belom, memang harus daftar?". Masnya bilang harus. Dan cerita berikutnya adalah kita akhirnya dibantuin daftar sama Mas Jeepnya, karena ternyata dia punya rombongan trip juga jadi nama kita dimasukin kesana. 

Jeep Sewaan kita 

Welcome to Ranu Pani

Sebelom mulai naik, kita ada briefing singkat dan disana juga baru tau kalo harus pake sepatu kalo mau manjat sampe puncak Semeru. Saat itu g cuma pake sendal gunung! :( Pas briefing itu dipinjemin sepatu sama Mas Jeepnya supaya bisa lolos dikasih naik. Setelah beberapa orang bilang kalo naik ke Semeru harus 3 hari 2 malem, akhirnya kita mutusin coba naik dulu dan kita lihat bagaimana. Meskipun masih mau ke Semeru tapi entah kenapa hati sudah bilang kita cuma bisa sampe Ranu Kumbolo karena kurang persiapan. 

Day 3 - Orang Baik :)

Diluar bayangan ternyata naik gunung itu bukan benar benar mendaki. Kita hanya jalan tracking di hutan, untuk sampai Ranu Kumbolo dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam dan kita akan melalui 3 post dimana waktu dari 1 post ke post lainnya butuh waktu sekitar 45menit - 2 jam. Disinilah gue ketemu orang orang baik. 

1. Ketika jalan dari post 1 ke post lainnya ketika berpapasan sama orang dari awah berlawanan, mereka selalu bilang. "Semangat tinggal sedikit lagi sampe kok"
Mereka selalu kasih motivasi ke kita! Yang lucu adalah ketika kita lagi jalan, kita berpapasan dengan orang dan kita bertanya "Berapa lama lagi sampe postnya?" Orang tersebut bilang, "Paling 30 menit lagi sampe" dan setelah kita berjalan, kita berpapasan dengan orang lainya dan dia bilang "Ayo semangat 45 menit lagi sampe." They are so cute and mood booster. 

2. Dibantu diriin tenda oleh orang asing. Kita sampe di post 3 udah sekitar jam 5 sore dan langit pelan pelan jadi gelap. Disini kita ketemu 1 rombongan dan pas ngobrol ngobrol tiba tiba dia tanya "Bisa diriin tenda?" Jrenggg!! Kita berempat baru kepikiran, kita ga ada yang pernah coba diriin tenda! Akhirnya kita bilang "Ngga, haduh gimana ya?" dan akhirnya dia blg "Gampang kok nanti dibantuin deh." Okay disini kita selamat! Dari post 3 ke Ranu Pane suasana sudah gelap dan tanjakannya cukup tinggi jadi kita pelan pelan, kita naik beberpa langkah terus kita duduk mandangin langit yang udah penuh bintang. Sesampainya di Ranu Pane bener dong ternyata orang yang tadi ketemu sama kita nyamperin kita dan bantu untuk diriin tenda. Padahal udah gelap dan cuma modal senter tapi dia bisa ingat. Disinilah gue ngerasain dimana banyak orang asing tapi malah berasa lebih nyaman. Kok bisa? Atau gue aja yang norak? Itu first impression gue terhadap anak gunung dan apa yang buat gue cinta sama gunung. 

Day 4 - Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta

Suhu malam itu sekitar 11 derajat dan sekitar 8 derajat di pagi harinya. Kita ga nyangka bakal sedingin itu, dan keesokan paginya dengan PDnya g keluar tenda tanpa pake kaos kaki. Baru jalan 3-4 langkah gue langsung balik lagi ke tenda buat pake kaos kaki. Gue suka dingin tapi disana bener dingin banget! Sampe ada kabut dari danau. Pertama yang dicari adalah toilettt! Ternayata toiletnya hanya ada sekat dan langsung lobang. Oke itu bau cuma okelah, karena kita jadi bersatu dengan alam.

Good Morning from Ranu Kumbolo
Muka batal :p


Setelah semua bangun akhirnya kita sarapan dengan view danau Ranu Kumbolo. Karena kita hanya sampai Ranu Kumbolo, jadi pagi setelah sarapan kita keliling Ranu Kumbolo dan coba naik tanjakan cinta. Konon katanya kalo nanjak itu ga boleh nengok kebelakang supaya jodonya tercapai. Tapiii gue ga tahan buat nengok kebelakang karena pemandangannya bagus. 

Me and Ranu Kumbolo
Tanjakan Cinta
View dari Tanjakan Cinta
Semeru sudah di depan mata!

Day 4 - Sayonara Ranu Kumbolo

Till we meet again

Satu yang sangat sangat sangat penting sebelom kalian balik, JANGAN LUPA BAWA SAMPAH KALIAN!

Kita butuh waktu lebih lama buat baik ke Ranu Pane karena ada teman kita yang kurang enak badan jadi speed kita melambat. Kita butuh sekitar 8-10 jam untuk balik. Sampe di Ranu Pane sudah gelap dan kita turun dari Ranu Pane ke pasar di Malang dengan truck. Disana ada truck standby untuk nungguin orang orang yang mau turun dengan biaya ekonomis. Jadi kita pilih menggunakan truck itu. Truck akan jalan ketika sudah banyak penumpangnya. So kita ga perlu booking jeep untuk turun kebawah meskipun kalo kita mau juga sebenernya bisa. 


Buat kalian yang belom pernah naik gunung atau takut buat coba naik gunung, cobalah! Orang gunung itu lebih baik daripada orang kota :) They really can help us, give us motivation and courage. Jangan lupa untuk persiapkan diri kalian, kalo bisa olahraga rutin sebelom naik gunung supaya fit dan punya stamina yang bagus. Browsing browsing tentang tujuan kalian, barang apa aja yang perlu disiapkan dan dibawa. Enjoy your journey. Pecayalah sesusah apapun perjalanan/ trip kalian pasti akan berujung dengan cerita yang unik untuk diceritakan. 


Salam 

Monica

Sang Petualang 


Travel Like a Local - Xiaowulai (小烏來)


Xiaowulai
Hello I’m Back. Kali ini saya akan ngebahas tempat yang mungkin belom terlalu banyak orang yang tau. Kalo saya bilang Hualien dan Taroko National Park mungkin teman-teman sudah familiar dengan tempat tersebut, hanya saja jaraknya cukup jauh dari Taipei. Untuk teman-teman yang mau berkunjung ke tempat yang menyerupai Taroko National Park mungkin bisa mencoba alternative tempat ini. Tempat dengan sungai jernih yang berwarna biru, jembatan kayu yang membantang panjang diatasnya dan pepohonan hijau di sekelilingnya, sambil menikmati udara segar dan suara air mengalir. Eits, tidak hanya itu, teman-teman juga bisa meraksan sensai jembatan kaca yang membantang diatas air terjun dan dikelilingi oleh pepohonan. Hanya dengan mambayar tiket masuk seharga 50 NT untuk orang dewasa. Tapi perlu diperhatikan, tempat ini tutup setiap hari Selasa dan jangan pergi ketika bulan bulan angin topan. Saya pergi sekitar bulan Februari.

Xiaowulai 小烏來
Sungai dibawah Yixing Suspension Bridge


Xiaowulai ScenicResort小烏來風景特定區

Xiaowulai, tempat ini terletak di samping kota Taipei, persisinya di kota Taoyuan. Dari Taipei membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai tempat ini (1 jam perjalanan melalui kereta dan 2.5 jam perjalanan melalu bus). Gimana sih caranya keXiaowulai ini? Yuk disimak, saya akan bahas satu persatu dibawah.


Transportasi

taipei ke xiaowulai
Transportation by Google Map

Taipei Main Station – Taoyuan TRA Station(桃園火車站) by train
Untuk jadwal keretanya bisa dicek di :
http://163.29.3.92/twrail/EN_QuickSearch.aspx atau google map, karena banyak banget kereta yang kesana. 
Secara garis besar, kereta ini terbagi menjadi 2 yaitu local train dan limited express (berada dalam 1 stasiun yang sama dan jalur yang sama, hanya saja jam kedatangannya berbeda). Waktu yang ditempuhpun beragam dari 30 menit-45 menit (terantung jam dan jenis kereta). Harga untuk local train sekitar 42 NT dan limited express 66 NT.
Local train akan berhenti di setiap stasiun (Wanhua, Banqiao, Fuzhou, Shulin, dst) untuk Limited express hanya berhenti  di Banqiao, Taoyuan lalu lanjut ke arah Selatan. Limited Express umumnya digunakan untuk perjalanan jauh (ke Kaohsiung atau Pingtung) dan biasanya memerlukan tiket khusus untuk mendapatkan tempat duduk. Untuk local train mirip seperti MRT (hanya menggunakan Yoyo Card), tidak butuh tiket khusus, biasanya tujuan akhir dari local train ini adalah Miaoli atau Hsinchu.
NOTES  : 
Teman-teman jangan sampe salah naik ya. Selain local train dan limited express ada 1 lagi yang namanya HSR (High Speed Rail), nama stasiunnya sama Taoyuan juga, tetapi lokasinya berbeda dan sangat jauh dari Taoyuan Bus Station . Untuk ke Taoyuan Bus Station cukup pake kereta biasa saja.

Taoyuan Bus Station(桃園客運總站) – Xiaowulai (小烏來風景區)by Bus

Sesampainya di Taoyuan Station, anda perlu berjalan keluar dari Station sejauh ± 500m (5 menit). Secara detailnya ketika keluar dari gate (tap out kartu) langsung belok ke kanan sampe mentok (ada tulisan bus 502 (小烏來) lalu ke kanan lagi turun Eskalator. Setelah turun coba tengok kanan kiri sampe ketemu family mart. Jalan ke arah family mart, lurus terus sampe melewati family mart. Posisi family mart di sebelah kiri dan Terminal Bus Taoyuan di sebelah kanan setelah family mart (± 200m setelah family mart).
bus 502 xiaowulai
Petunjuk Bus 502 (Xiaowulai) di Stasiun Taoyuan

bus 502 taoyuan
Petunjuk Bus 502 (Xiaowulai) di Stasiun Taoyuan
Jadwal bus 502 menuju Xiaowulai
Jadwal bus 502 dari Terimal Taoyuan

502 公車 小烏來
Jadwal bus 502 dari dan menujuTerimal Taoyuan
Source  http://traffic.tycg.gov.tw/

bus 502 150 NT
Tiket Bus Return Xiaowulai

502 公車 小烏來
Jadwal bus 502 dari dan menujuTerimal Taoyuan

Perjalanan dari Taoyuan ke Xiaowulai membutuhkan waktu ± 2.5 jam. Harga tiket return 150 NT. Tiket bisa dibeli ketika sampai di Terminal Bus (ada loket kecil di sebelah kiri).


Lokasi - Xiaowulai (小烏來)

Sesampainya disana kalian harus berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai loket pembelian tiket. Harga Tiketny 50 NT sudah termasuk tiket masuk jembatan kaca dan jembatan kayu (1x masuk).
Ada beberapa tempat disini yang terkenal, atau bisa juga diintip disini https://travel.tycg.gov.tw/zh-tw/Travel/Attraction/583

1.       Jembatan Kaca Xiao Wulai Skywalk(小烏來天空步道)

Jembatan Kaca ini adalah icon dari Xiaowulai, jadi pasti rame banget yang datang kesini. Pengunjung diberikan waktu 15-30 menit untuk berfoto dan melihat pemandangan di jembatan kaca ini. So, buat foto disini tanpa orang lain sedikit susah, tapi bisa kok J https://travel.tycg.gov.tw/en/travel/attraction/723
xiaowulai skywalk
Jembatan Kaca

xiaowulai waterfall
Air terjun dibawah jembatan kaca
xiaowulai waterfall
Air terjun dibawah jembatan kaca

2.       Jembatan kayu gantung (diatas jurang) Xiao Wulai Sky Rope Bridge(小烏來天空繩橋)

Setelah puas foto-foto di jembatan kaca, kini saatnya menikmati pemandangan jembatan kayu. Anda harus melewari air terjun kecil lalu jalanan sedikit menanjak dengan penjual makanan diatasnya. Tidak jauh dari sana sudah ada loket untuk jembatan kayu. Tidak perlu beli tiket lagi karena tiket jembatan ini sama seperti jembatan kaca. Hampir sama seperti jembatan kaca, anda hanya boleh sekali melewati jembatan ini. Anda harus antri terlebih dahulu karena jumlah orang yang melalui jembatan ini dibatasi. Tapi untuk melewati jembatan ini tidak diberikan batas waktu.
https://travel.tycg.gov.tw/en/travel/attraction/1040

小烏來天空繩橋
Xiaowulai Sky Rope Bridge

3.       Waterfall  longfeng falls龍鳳瀑布

Keluar dari jembatan kayu yang super panjang, kalian akan diberikan pilihan, ke kiri (waterfall) atau ke kanan (jembatan kayu diatas sungai yang airnya sangat jernih). Karena sudah sore, waktu itu saya memilih untuk melihat jembatan kayu satunya. Mungkin lebih tepatnya salah pilihan. Hahaha. Jadi untuk waterfall saya tidak akan bahas terlalu jauh. Saya lihat di google map, waterfallnya cukup bagus. Rada nyesel sih sebenernya ga sempet ke waterfall.

4.       Jembatan kayu gantung (diatas sungai) Yixing Suspension Bridge(義興吊橋)

Perjalanan ke jembatan kayu kedua ini membutuhkan waktu ±30 menit. Perjalanan dimulai dengan tangga naik yang cukup tinggi. Lalu kalian akan tia di sebuah tempat seperti baklon di pinggir jalan dengan pemandangan gunung dan lembah. Disini kalian bisa berjalan jalan santai dan foto-foto sejenak. Setelah itu, kalian akan menemukan tangga turun di sisi kanan yang mengantarkan kalian ke dalam hutan bamboo. Nuansa hutan ini seperti di film-film Korea buat yang punya pasangan boleh dicoba jalan gandengan tangan sama pasangan turun tangga sambil setel lagu korea. Hahaha. Yang ga punya pasangan cukup jadi fotografer aja :P
Perjalanan di “hutan” ini cukup panjang sampai saya sendiri sempat berfikir mungkin nyasar. Tetapi karena beberapa kali bertemu dengan orang dari arah berlawanan jadi saya coba untuk berjalan terus. Setelah berjalan ±15 menit sampailah saya di sebuah jembatan yang lebih bagus daripada jembatan kayu yang pertama dan yang lebih menyenagkan, disini tidak banyak orang. Entah karena sudah terlalu sore atau terlalu jauh untuk kesini. Dibawah jembatan ini terbentang sungai dengan air yang ernih biru kehijauan.
https://travel.tycg.gov.tw/en/travel/attraction/1259

Xiaowulai 小烏來
Perjalanan menuju Yixing Suspension Bridge
小烏來 Xiaowulai
Yixing Suspension Bridge




A little story about Xiaowulai – My personal feeling flashback

Bagi saya, Xiaowulai salah satu tempat di Taiwan yang kasih memori abadi. Disini saya hampir ditinggal bus terakhir, hingga akhirnya ke kantor polisi dan cegat bus dipinggir jalan. Hahaha. Bagaimana sih ceritanya?
Ceritanya dimulai ketika saya memutuskan untuk mengunjungi jembatan kayu kedua. Mungkin sudah hampir jam 16.00 saya mulai berjalan menuju jembatan kedua. Sebelumnya saya sudah mengecek jadwal bus terakhir adalah jam 17.10. Saya berpikir masih ada waktu untuk bulak-balik ke jembatan tersebut. Tetapi karena asik foto-foto dan jalan menuju jembatan ini cukup naik turun akhirnya saya memutuskan untuk balik ke terminal menggunakan jalan lain. Saya bukan memilih putar balik mengikuti jalan pada saat saya pergi, tetapi saya jalan menyeberangi jembatan dan lurus terus. Saya mengecek google map, sekitar 40 menit untuk berjalan kaki sampai ke terminal. Saat itu sudah sekitar jam 16.40, setelah keluar jembatan saya menemukan jalan raya yang cukup besar tetapi di jalan ini. Tetapi jalan ini cukup sepi, jarang sekali ada mobil dan motor yang lewat. Saya jalan sambil terus melihat jam “keburu gak ya”, sambil terus berjalan cepat. Sudah hampir jam 17.00 dan saya masih di jalan, saya pikir tidak akan sempat bila saya berjalan sampai terminal bus Xiaowulai. Saya kembali mengecek goolge map, ada titik cerah disana, saya akan tiba di bus stop yang dilalui oleh bus tersebut. Tetapi setelah saya cek rute busnya, bus tersebut tidak berhenti di bus stop yang saya maksud. Ketika saya sampai di bustop tersebut sudah jam 17.10. Saya berpikir tidak akan sempat bila saya berjalan lagi menuju terminal Xiaowulai. Disaat itu saya melihat kantor polisi di depan bus stop dan saya bertanya ke polisi disana. Apakah bus tersebut akan berhenti di bus stop ini. Karena saya sudah memiliki tiket pulang pergi. Dengan santainya polisi tersebut berkata “tunggu aja di bus stop”, saya sedikit lega mendengar perkataannya namun masin ada perasaan was-was. Saya menunggu di bus stop dengan perasaan campur aduk, ini di desa jauh dari kota tidak ada kendaraan umum terus saya harus tinggal dimana kalo busnya ga mau angkut. Saya sengaja mengeluarkan tiket saya dan terus menggenggamnya. Begitu bus datang saya langsung melambaikan tangan yang memegang tiket gaya nyetopin kopaja di Jakarta. Hahaha. Tidak disangka bus tersebut berhenti dan dalamnya kosong! Hanya seorang supir yang mengemudikan bus. Coba bayangkan kalo busnya penuh, saya tetap ga bisa ikut pulang. Tapi untung saja tidak ada orang. This journey is really worth it!

Cheers,
Monica
Sekarang kan 2018, kok tulisnya 2017? Salah tulis mungkin? Ngga kok saya ga salah tulis. Saya mau cerita gimana serunya ikutan lomba Dragon Boat atau kalo bahasa indonesia lebih familiar dengan istilah Perahu Naga. 

What is Dragon Boat...

Buat yang belum tahu perahu naga itu apa, kurang lebih ini adalah semacam lomba ngedayung perahu. Lomba ini sangat terkenal di negara China, Taiwan dan Hongkong karena menjadi simbol kebahagiaan menyambut musim panas (hari pertama musim panas). Bahkan Dragon Boat ini sudah terkenal di Negara Barat dan Australia.


Behind the story

Kira-kira setahun yang lalu, saat saya masih di Taiwan saya bernecana menyudahi pendidikan saya dan balik ke Indo aja. Tapi setelah saya pertimbangkan selama kurang lebih sebulan akhirnya saya memutuskan untuk melanjtkan sekolah saya demi mengikuti lomba Dragon Boat ini. Dan hasilnya?? Kalah!!!! Selisih cuma 0.04 detik!!! Disinlah berawa waktu itu pentinggggg banget, bahkan ga sampe 1 detik bisa ngerubah semuanya. Meskipun kalah saya bener-bener ga nyesel untuk extend sekolah saya disana dan join sama team Dragon Boat. 


MTC Shida Dragon Boat 2017

Sebelumnya saya mau jelasin singkat dulu. MTC (Mandarin Training Centre) itu adalah nama sekolah saya atau lebih akrab disebut Shida. MTC udah dari beberapa puluh tahun lalu secara rutin ikut dalam kegian lomba Dragon Boat ini. Singkat cerita, 4 bulan sebelum lomba dari pihak sekolah membuka pendaftaran. Sedangkan untuk latihannya sendiri dimulai dari 3 bulan sebelum lomba sampai beberapa hari sebelum lomba. Menurut saya yang paling berkesan adalah pada saat latihan itu sendiri.

Latihan Dragon Boat bukanlah latihan yang mudah atau cuma main main, disini kita butuh komitmen dan terus konsisten. Latihan setiap pagi dimulai dari pukul 6 sampai 9. Pemansannyapun sudah lari keliling lapangan speak bola 5 putaran. Dan diawal pendaftaran kita sudah diminta untuk menandatangani pernyataan bahwa dragon boat ini tidak boleh mempengaruhi nilai di sekolah. It was so hard but really worth. 

Saya ga bisa tulis banyak banyak karena memori dragon boat itu bagi saya harus dirasakan, bahkan kesannya sendiri saya tidak bisa tulis karena menurut saya lebih dari sekedar tulisan. Saya pun susah untuk mendeskripsikannya. But, I have a video about MTC Shida Dragon Boat 2017. I hope you can feel what I felt with this video.


For the last, I really wish I can join this competition again!!! Or at least I wanna watch the championship. Good luck for all Dragon Boat 2018 fighter!! 




8 Days In Japan

Tokyo – Shirakawa Go – Kyoto – Osaka – Kawaguchiko – Tokyo 

salju shirakawa

Day 1 (18 Feb 2017) – Tokyo (Senso Ji – Shibuya – Shinjuku)

Flight TPE- NRT 07:30 – 11:35
Transport
Train Narita- Ueno JPY 1030 ± 2 jam
Train to Shibuya 240
Train to Shinjuku 160
Train to Ueno 200
Akomodasi
Space Hostel Tokyo JPY 3200 (±15 menit jalan kaki dari Ueno Station, 1 kamar 4 orang) RECOMENDED

Sampe bandara sekitar jam 12 siang, terus ngurus beli kartu internet di bandara JPY 5500 untuk 5 GB (seminggu). Gak recommended, lebih murah kalo sewa modem, Cuma karena ini terpakasa apa boleh buat. Setelah keliling-keliling ga jelas karena bingung naik kereta darimana. Akhirnya jam 3 mulai naik kereta (Narita-Ueno JPY 1030). Gak pake yg ekspress karena JR pass baru dipake hari ke 2.
Saya recommended banget Space Hostel, menurut saya hostel ini nyaman banget, ranjangnya juga super enak, Cuma buat kalian yang ga biasa jalan kaki bakal ngerasa jauh banget dari MRT. Untuk roomnya saya kasih 90! Di kamar saya ada 1 toilet jadi ga perlu jalan jauh kalo mau ke toilet.
Setelah semua urusan checkin selesai dan backpack di drop di hostel saya pergi buat lihat-lihat Senso Ji. Dari hostel jalan kaki sekitar 30 menitan. Puas lihat lihat dan jalan di Senso Ji saya lanjut cari makan dan main ke Shibuya. Di Shibuya ini saya coba Ichiran (harus banget coba ini!! Wajib), dan Ichiran di Shibuya ngantrinya ga serame di Osaka.

Senso Ji market
Senso Ji Old Street

Patung Hachiko di Shibuya
Patung Hachiko di Shibuya

Shibuya Crossing Street
Shibuya Crossing

Ichiran Shibuya
My Fav Ramen!! ICHIRAN

Day 2 (19 Feb 2017) - Shirakawa Go – Kanazawa – Kyoto

TRANSPORT
Shinkansen Tokyo – Toyama 06:22-08.26 (pake JR pass)
Bus Toyama – Shirakawa Go 08.45-10.10 (JPY 1700)
Bus Shirakawa Go – Kanazawa 15.55-17.20 (JPY 1850)
Train Kanazawa – Kyoto 19.47-22.02 (pake JR pass)
AKOMODASI
Aranvet Hotel JPY 6600/ 2 malam perorang (Saya 2 malam dan ber 3 total JPY 19800)
LAIN LAIN
Loker di Shirakawa  JPY 800 (buat 2 backpack dan 1 koper kecil), dibagi 3 karena saya ber3 JPY 267/orang

Day 2 was super busy but it’s really awful. Dan disini saya baru mulai pake JR Pass. Bangun jam 5 pagi, early check out dari hotel. Pagi-pagi belom ada receptionist di hotelnya, tapi buat yang mau early check out pihak hotel sudah menyediakan 1 box buat taruh kunci disana. Habis itu tinggal pergi deh. Karena masih pagi banget, Cuma sempet beli makanan yang fast food sama makanan di seven eleven buat bekal di Shirakawa Go. Oh ya, Shinkansen buat Shirakawa ini udah dipesen dulu dari kemarin supaya aman. Buat yang mau ke Shirakawa Go disarankan untuk bawa makanan dari kota, karena makanan disana ga banyak dan mahal.
Perjalanan di Shinkansen cukup memukau, sepanjang perjalanan udah bisa ngeliat putihnya salju Jepang, rumah rumah kecil di pinggiran kota plus pemandangan gunung. Waktu saya pergi tidak lagi turun salju, tapi sepertinya hari kemarinnya turun salju cukup lebat karena saljunya masih tebal sepanjang jalan. Sampe di Tayoma langsung lari takut ketinggalan bus, dan bener aja 08.40 busnya udah dateng (salut sama Jepang) habis itu nama saya sudah tertulis di kertasnya sang supir, langsung naik deh. Jam 08.45 busnya jalan. Nah pas perjalanan dari Tayoma ke Shirakawa Go sempet turun salju and It’s really amazing. Meskipun sebelum berangkat ke Jepang saya ga tidur semaleman (karena beresin data di HP) dan kemarin Cuma tidur 3 atau 4 jaman di Tokyo, tapi di perjalanan ini saya saking excitednya sama sekali ga tidur. Mata saya terus memandang keluar liat indahnya salju di Jepang, bener bener putih. Kalo di Jakarta turun salju warnanya apa ya? Hahaha.
Begitu sampe di Shirakawa saya langsung ke information centernya. Disini saya nitip tas, harga penitipan tasnya dari JPY 500 – JPY 1600 (tergantung besar tas kalian). Nah untuk pentitipan tas ini adanya mulai dari jam 08.30 -17.00. Habis nitip tas saya langusung meluncur keluar dan seneng banget liat salju yang tingginya lebih tinggi dari saya, (tinggi saljunya hampir 2 meter). Setelah keliling-keliling dan foto-foto sampe celana san sepatu basah semua (gak jarang saya kecempung dalam salju), saya ke 1 café buat ngangetin diri sambil nunggu bus saya ke Kanazawa. Cafenya nyaman dan tenang banget, rasanya ga pengen pulang. Tapi harga nginep di Shirakawa super mahal jadi apa boleh buat.
Baliknya saya pilih langsung ke Kanazawa karena kepikiran mau pergi ke 21century museum. Cuma buat foto 1 objek doang, yaitu kolam renang buatan, tapi akhirnya ga bisa masuk karena sudah kemalaman dan sudah close. Sedih banget… Jadi balik lagi ke Stasiun, makan habis itu lanjut ke Kyoto. Lumayan excited sama Kyoto karena disini dapet hotel dengan harga murah. Akhirnya bisa tidur nyaman.
Oh iya notes, bus dari dan ke Shirakawa ga termasuk dalam JR Pass ya.

pemandangan perjalanan ke shirakawa
Pemandangan selama perjalanan ke Tayoma
Terowongan Shirakawa
Sampai di Shirakawa
Winter in Shirakawa
Beautiful in WHITE!!
Rumah Gasso Shirakawa
Gassho House Shirakawa
Shirakawa Go holiday
They're so sweet!!
Snow in Shirakawa Village
My white mattres :)
Boneka salju Shirakawa go
Do you wanna build a snowman?
Shirakawa locker price
Harga loker di Shirakawa tergantung jumlah dan besar tas

Day 3 (21 Feb 2017) – Kyoto (Fushimi Inari - Arashiyama – Ippudo – Gion)

(hujan dan sedihh!!)
TRANSPORT
Kyoto City Subway One Day Pass JPY 600

Berhubung sudah 2 malem total tidur cuma beberapa jam doang, akhirnya teparlah saya. Baru bangun jam 8 dan berangkat jam 9, ditambah hujan!! Pertama ke Fushimi Inari. Jam 10 sudah banyak orang, foto di tiang tiang kaya yang warna merahnya itupun harus buatuh kesabaran ekstra, karena banyak banget orang lalu lalang. Begitu sepi langsung foto dan ini Cuma berlangsung beberapa detik aja. Jadi untuk foto disini kuncinya SABAR dan CEPAT.
Habis dari Fushimi Inari saya langusng ke Arashiyama, tempatnya bagus banyak toko souvenir dan snack. Sayang pas lagi jalan di bamboo forest tiba-tiba hujan jadi saya langsung memutuskan cari tempat lain. Akhirnya saya ke daerah Gion buat cobain Ippudo asli Jepang, tapi buat saya tetep Ichiran yang nomer 1. Habis itu saya jalan nelusurin Gion, ga sengaja lihat udon yang kelihatannya enak, makannya ga ada kursi, jadi semua yang makan berdiri, dan makan lagi deh. Udonnya enak dan murah meriah (paling murah sekitar 30 ribuan). Di Jakarta aja gak ada Udon harga segitu. Habis itu saya nekat ke Kiomizu Dera malem-malem jalan kaki. Ternyata sepi banget, toko-toko udah tutup. Kiomizu Dera ini bisa buka sampe malem kalo ada event sekitar bulan Maret atau April (seminggu pas bunga sakura).
Fushimi Inari
Foto disini butuh kesabaran ekstra!!
Arashiyama
Pemandangan sekitar Arashiyama
Arashiyama
Winter feels like Autumn, isn't it??
makan udon berdiri
My Fav Udon at Gion. Makannya sambil berdiri karena ga ada kursi
Udon 240 yen
Ini dia harganya, murah banget kan? Mulai dari 240 Yen!!!

Day 4 (21 Feb 2017) – Kyoto (Kiomozu Dera - Kinkaku Ji – Gion – Osaka)

TRANSPORT
Bus Hotel – to Kiomizu Dera 230
Bus Kiomizu Dera – Kinkaku Ji 230
Bus Kinkakuji – Gion 230
Train Kyoto – Osaka 19.35- 20.04 (JR PASS)
AKOMODASI
Kintetsu Friendly Hostel JPY 4434 untuk 2 malam
LAIN LAIN
Masuk ke ruangan gelap Kiyomizu Dera100
Masuk Kinkaku Ji 400

Hari ke 4 saya habisin waktu setengah harian di Kiomizu Dera. Ini adalah hari favorit saya selama di Jepang. Pagi begitu bangun tidur saya sudah disambut sama salju. Pas di Kiomizu Dera juga turun salju dan itu indah bangettt!!
Transport ke Kinkaku Ji hanya bisa ditempuh dengan bus, jadi unutuk hari ke 4 ini saya coba semuanya pake bus. Di akhir perjalanan saya dapet kereta Super Hakuto untuk ke Osaka, dan di kereta ini ada free wifi. Lumayan buat internetan. Hehe

Salju di Kiomizu Dera Kyoto
Salju di Kiomizu Dera (Pardon my ugly gloves)
Kiomizudera Old Street
Kiomizudera Old Street
Macha Ice cream Kyoto
Machaaaaaa!!! Dingin-dingin tetep ice cream :)
Kinkaku Ji Temple
Kinkaku Ji temple sebelum diusir satpam karena udah mau tutup :P

Day 5 (22 Feb 2017) – Osaka (USJ)

Nothing really special at USJ. Saya ada satu tips buat antri cepet tanpa harus beli express pass. Untuk yang pergi rombongan, cukup antri aja di tempat individu, toh pas main juga kan ga mungkin ngobrol banyak, apalagi kalo yg wahananya serem. Kalo lagi hoki, bakal duduk sebelahan juga kok. Ini lumayan banget buat menghemat waktu ngantri.

Universal Studio Japan
Harry Potter Castle
Universal Studio Japan
Mexican Turkey Leg
Parade Universal Studio Jepang
Parade
Universal Studio Jepang
Hello Minion

Day 6 (23 Feb 2017) – Nara – Dontonburi

TRANSPORT
Train Osaka - Nara - Osaka by JR PASS
AKOMODASI
Osaka Hostel Zoo JPY 2000/malam

Suasana Nara cukup buat hati damai, kota ini kecil tidak terlalu rame dan terkesan damai. Dari Nara Station saya naik bus ke Nara Park, tapi pas pulang saya lebih memilih untuk jalan kaki sambil lihat lihat toko souvenir. Oh iya, hati-hati sama rusanya. Rusa di Nara ini entah kenapa suka banget sama yang namanya kertas. Mereka bisa tau kalo kita naro kertas di kantong dan bisa langsung dimakan. Hati-hati sama JR PASS!! Malamnya saya langsung ke Dontonburi untuk berburu makanan dan belanja.
Rusa di Nara
Si bandel yang suka makan kertas
Nara deer, rusa nara
Somehow, they're so cute!!

Day 7 (24 Feb 2017) – Kawaguchiko

TRANSPORT
Shinkansen Osaka – Tokyo 07.17-10.10 (JR PASS)
Train Shinjuku – Otsuki (JR PASS)
Train Otsuki – Kawaguchiko 1140
Train Kawaguchiko – Otsuki 1140
Train Otsuki – Shinjuku 19.05-20.07 (JR Pass)
AKOMODASI
The Prime Pod Ginza JPY 3730

Day 7 (berasa tua di jalan). Pagi-pagi sudah check out dan jalan ke Tokyo, ternyata cukup banyak orang local Jepang yang naik Shinkansen. Berhubung jemnya pagi jadi berasa ikutan ngantor. Sampe di Tokyo saya langsung ke Hotel dan cari tau gimana cara pergi ke Kawaguchiko. Inilah perjalanan seorang diri tanpa internet dimulai, jadi saya cari tau dulu pake google map dan nurut aja.
Awalnya saya bingung kenapa ke Kawaguchiko itu lama sekali sampe 4 jaman (menurut google map). Mending naik kereta atau bus. Cuma berhubung saya merasa lebih aman naik kerta, jadilah naik kerta. Di tengah perjalanan saya bingung kok ada beberapa kereta yang mendahului saya. Ternyata ada kereta ekspress dari Tokyo ke Otsuki. Pulangnya setelah saya tanya sama petugas loketnya akhirnya saya pesan yang express ini untuk pulangnya. Pergi Tokyo - Otsuki 3 jam, pulang cuma 1 jam.
Pulangnya saya turun di Shinjuku, keliling keliling ga jelas, ke Tokyo Tower, liat liat suasana malam di ginza. Hari terakhir ini bener bener ga ada persiapan apa apa. Semua ngalir aja, pengen kemana tinggal jalan.
Halal Food di Kawaguchiko
Halal Food di Kawaguchiko
Kawaguchiko Snow
Can you see the snow?
Lake Kawaguchi
Ga tau ini namanya apa, di sebelah danau Kawaguchi

Day 8 (25 Feb 2017) – Tokyo ( Tsukuji – Odaiba – Akhihabara –Harajuku)

TRANSPORT
Tsukishima Station – Tokyo Teleport JPY 270
Tokyo Teleport – Osaki Station JPY 270
Osaki Station – Akhihabara JR PASS
Akihabara – Harajuku JR PASS
Harajuku – Shimbashi JR PASS
TOKYO Station – Narita 18.33-19.34 JR PASS
Flight NRT- TPE 22:00
さよなら日本

Last day in Japan. Hari ke 8 cukup terasa seperti marathon. Pagi pagi ke Tsukiji berburu makanan, disana kayanya setiap 100 meter ada yang menarik perhatian. Mulai dari ramen, onigiri, beef bowl, sushi, semuanya keliatan enak. Awal dateng saya ga tau kalau banyak banget makanan enak disini, jadi begitu liat ramen rame, langsung deh antri dan makan. Ternyata beneran enak meskipun makannya berdiri. Baru habis makan ramen, jalan lagi kea rah belakang liat antrian lebih panjang dari ramen. Celangak celinguk ternyata beef bowl, akhirnya saya mutusin untuk keliling dulu baru nanti terakhir mikir mau makan apa. Singkat cerita akhirnya saya cobain omelet madu sama beli cukup banyak onigiri buat di jalan berhubung waktunya sangat terbatas.
Dari Tsukiji saya jalan sampai Tsukishima Station dan baru naik MRT sampe ke Tokyo Teleport. Dari sini saya jalan menuju mini liberty di Odaiba. Tujuan kesini Cuma foto doang abis itu ke Akhihabara buat berburu jam tangan. Setelah itu lihat lihat Harajuku, ternyata di Harajuku ini banyak pernak pernik unik.
Tsukiji market
Ramen diTsukiji
Kuliner di Tsukiji
I was taking pictures when they suddenly looked at me and posed like this!
Who wouldn't fall in love? They're really friendly even with stranger (me).
Tsukiji Market
SEAFOOD EVERYWHERE!!!
Tsukiji Japan
yang mau manis manis
Tsukiji Fish Market
ini manis manis asin
Tsukiji Scallop
scallop
food at tsukiji market
Honey Omelete
tsukiji fish market food
FISH + CHEESE + BACON
Mini statue of Liberty Odaiba Tokyo
Mini Statue of Liberty. Semoga tahun depan bisa foto sama yang aslinya!


Total rincian pengeluaran selama 8 hari di Jepang
Tiket TPE-NRT-TPE    : NTD 4.234 ± Rp 1.900.000
JR Pass                         : NTD 7.700 ± Rp 3.500.000
Transport                      : JPY 9.290 ± Rp 1.120.000
Akomodasi                   : JPY 19.964 ± Rp 2.410.000
Loker, loket masuk dll : JPY 2601 ± Rp 314.000
USJ                              : NTD 2.070 ± Rp 930.000

TOTAL Rp 10.174.000,-
Biaya makan saya tidak masukkan karena saya suka makan dan cukup banyak jajan terutama untuk mencoba ramen dan kuliner di Tsukiji. Disana saya banyak jalan kaki,misalnya di Kyoto saya jalan kaki malam-malam dari GION ke KIYOMIZU DERA ± 30 menit dan dari GION ke KYOTO STATION ± 30 menit karena saya suka lihat lihat. Di Kawaguchi saya lebih memilih untuk jalan kaki daripada ikut bus tournya supaya bisa sekalian foto-foto. Di Tokyo saya jalan kaki ke Tsukishima Station, sebenarnya ada stasiun Tsukiji tapi saya lebih memilih untuk melihat lihat jalanan di Jepang sampai ke jalan kecilnya. Dan hasilnya, pulang dari Jepang bukannya berat bertambah karena makan banyak tapi berat badan malah turun :P

Beberapa rekomendasi saya untuk makan murah, saya sering banget jajan cemilan di Seven Eleven, mulai dari cobain susu, frozen food, sushi, gorengan di minimarket sana. Di Gion ada 1 tempat Udon favorit saya (2 kali makan disana karena murah) harganya mulai dari Rp. 30.000,- . Saya lupa foto nama tempatnya, Cuma letaknya di deretan Daimaru Kyoto jalan kearah sungai, di sebelah kiri adanya.
RAMEN!!! Disana saya coba Ippudo (博多一風堂) dan Ichiran  (一蘭). Tapi menurut saya yang juara tetap Ichiran dan disana juga ada Pablo Green Tea (di Kyoto). Buat pencinta macha jangan lupa ke Macha House di Kyoto, tapi harus tahan sama antrinya biasanya sekitar 2 jam.

Oh iya, Flight saya tergolong murah karena dari Taiwan. Karena banyak banget tiket promo dari Taiwan ke Jepang dan semuanya direct Flight. Buat yang mau coba-coba backpack dari Taiwan ke Jepang bisa diliat budget airlines Peach Airlines dan Vanilla airlines. Kedua airlines ini adalah budget airlines Jepang.

Terakhir saya mau kasih beberapa web yang berguna
www.booking.com (hotel dan hostel)
www.hyperdia.com (cek jadwal kereta)
https://japanbusonline.com/en (untuk pesan bus ke Shirakawa)
http://www.flypeach.com/pc/en Peach Air
https://www.vanilla-air.com/en/ Vanilla Air
https://www.kkday.com/en (tiket USJ)


さよなら日本




Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

I'm only the explorer but not a good story teller. I just share what's on my mind based on my experiences.

Follow Me

Instagram Facebook Youtube

What are you curious about?

My Journey

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  July (1)
      • Jogja.. Where to go?
  • ►  2020 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)

POPULAR POSTS

  • Winter in Japan - Shirakawa Go
    8 Days In Japan Tokyo – Shirakawa Go – Kyoto – Osaka – Kawaguchiko – Tokyo  Day 1 (18 Feb 2017) – Tokyo (Senso Ji – Shibuya – Shinju...
  • Paragliding di Taiwan - Wanli District
    Sebelum baca lebih lanjut saya punya satu pertanyaan yang katanya bisa mengetahui kepribadian seseorang. “Kamu lebih suka gunung atau pan...
  • Another Side of Taiwan – Xiaowulai (小烏來)
    Travel Like a Local - Xiaowulai (小烏來) Xiaowulai Hello I’m Back. Kali ini saya akan ngebahas tempat yang mungkin belom terlalu bany...

Categories

  • Experiences
  • Indonesia
  • Japan
  • Nature
  • Taiwan

EXPLORE THE WORLD

INDONESIA | TAIWAN | CHINA | JEPANG | THAILAND | SINGAPORE

Say "HELLO"

Hello to the world! Hello from far away to all the places that I want to visited. And thank you to the universe to give us beautiful landscape.

All time favourite

  • Winter in Japan - Shirakawa Go
    8 Days In Japan Tokyo – Shirakawa Go – Kyoto – Osaka – Kawaguchiko – Tokyo  Day 1 (18 Feb 2017) – Tokyo (Senso Ji – Shibuya – Shinju...
  • 6 tips jalan jalan murah di Taiwan
    Hello ini adalah posting pertama dari saya dalam rangka kangen banget sama Taiwan. Kalo kata temen temen...
  • Paragliding di Taiwan - Wanli District
    Sebelum baca lebih lanjut saya punya satu pertanyaan yang katanya bisa mengetahui kepribadian seseorang. “Kamu lebih suka gunung atau pan...
Little Escape

Traveling | Taking a picture | Get Lost | Eat | Play

Visitors

Copyright © 2016 Little Escape. Created by OddThemes