Little Escape

Traveling | Taking a picture | Get Lost | Eat | Play

 Hola.. Gimana kabar semuanya? Semoga baik baik saja dan tetap #dirumahaja 

Sedih sama keadaan Indonesia sekarang, tiba-tiba Covid-19 naik lagi dan sampe harus PPKM. Berhubung sudah dirumah selama sekitar 3 mingguan dan rada bingung mau ngapain lagi, kayanya sekarang saat yang tepat untuk share beberapa trip yang belom sempet ke publish.

Tahun lalu seharusnya ada jadwal pergi ke Sumba, tapi karena mendadak pandemi Covid-19, jadi kita batal naik pesawat. Salah satu temen yang udah kepengen banget jalan akhirnya ngajakin road trip aja yuk. Munculah Jogja sebagai tempat trip kita. 

Kalo ditanya kenapa Jogja? Hmmm ga tau juga alasan jelasnya, yang penting explore apa yang belum pernah didatengin dan karena Jogja lumayan banyak tempat wisata alamnya. Itinerary gimana? Kebetulan yang pergi anak dadakan, jadi sampe kita udah di tol menuju ke Jogjapun, kita belom pesen hotel. Apalagi itinerary. 

Pada akhirnya, ini adalah tempat tempat yang kita kunjungi.


GUNUNG KIDUL

Setelah browsing-browsing, akhirnya kita ketemua sama jasa paket wisata yang pas sama kita. Namanya Wisata Goa Pindul, websitenya mereka adalah www.pindulcave.com. Akhirnya kita booking dulu, dan kita di guide dari meeting point harus dimana dan dijelaskan kalo sepanjang jalan ke goa pindul ini banyak calonya. Jadi kita aman dari calo karena dijemput dari meeting point. 

Di Goa Pindul, kita ambil 3 paket (harga paket 2020 ya guys)

1. Goa Tanding Rp. 150.000/orang

Goa Tanding ini sebuah Goa panjang dan gelap banget, jadi guidenya bakal pake senter sambil kita menelusuri Goa. Oh ya Goanya ini berair ya, jadi kita pake perahu karet buat nelusurin Goanya. Air Goa  cenderung tenang jadi kita mesi dayung supaya perahunya gerak. 

Gerbang menuju Goa Tanding

Here we go!!

2. Goa Pindul Rp. 40.000/orang

Ini adalah Goa bersejarah, disini arus sungainya juga cenderung tenang dan gelap, meskipun ga segelap Goa Tanding tetapi kita tetep dibantu senter untuk penerangan. Di atas Goa Pindul ini banyak kelelawar, jadi ga boleh terlalu berisik. Di sepanjang Goa Pindul ini bakal banyak spot bersejarah, nanti kalian bakal dijelasin sama guidenya.

Balok kayu di belakang kita itu gerbang menuju Goa Pindul

Di dalam Goa Pindul

3. River Tubing Oyo Rp 60.000/orang

This is my fav spot. Emang bener ya kalo kata orang-orang itu save the best for the last. Saya bisa kasih rating 9/10 untuk River Tubing Oyo ini, yang kurang cm 1 hal. Arusnya kurang. Hehe. Tapi guidenya ada bilang kalo musim hujan biasa arusnya deres, jadi mungkin harus kesini lagi pas musim hujan. Kenapa si suka banget sama River Tubing Oyo ini? Pertama mungkin karena pas kita dateng itu timingnya bagus ya, dikit banget yang dateng, selain rombongaku, cm ada satu rombongan lain. Perfecto. Kalo dari alamnya sendiri, kita bisa diam di atas ban sambil nikmatin pemandangan batuan di pinggiran sungai yang hijau hijau. Di tengah sungainya kita bisa berhenti buat loncat dari ketinggian sekitar 4 meter. 

Feels like Canyon

Are you ready to jump?

Ada waterfallnya loh!


HEHA SKY VIEW

Ini nih yang lagi hits, karena cukup rame dan kita menghindari kerumunan, akhirnya kita cuma nengok sebentar di Heha ini. Kita memilih untuk makan jagung bakar dan nikmatin pemandangan kota dari warung pinggir jalan.

Belakang itu loket untuk beli karcis masuknya
Kita jadinya foto didepan aja :(

INDRAYANTI BEACH

Sebelumnya kita ga kepikiran untuk mengunjungi pantai indrayanti. Pada awalnya kita sudah menuju ke Pantai Timang dan hampir saja sampai, tapiiii tiba tiba kita dicegat dan dibilang kalo pantainya lagi tutup :(. Sedih banget, disaat lagi di jalan super kecil, ga ada signal, dapet kabar kalo ga bisa ke pantai yang kita tuju. Akhirnya dengan sisa sisa google map yang sudah terdownload dan juga kita coba tanya warga sekitar, kita coba cari pantai apa lagi yang kita bisa kunjungi, dan munculah pantai Indrayanti ini. Pantainya cukup oke kalo buat nyantai doang, disini kita cuma sewa tenda, minum kelapa muda dan duduk dipinggir pantai sambil suara ombak. 



SUNRISE POINT MANGUNAN

Kita bangun jam 3.45 pagi demi bisa ke lokasi ini, karena kita nginepnya di Jogja kota sehingga kita butuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai ke Mangunan. Awalnya kita pikir nyasar karena gelap banget, jalanan sempit dan ga ada mobil di depan ataupun belakang kita. Kita cuma ikutin google map aja. Tapi ternyata emang kita kepagian datengnya jadi masih dikit orangnya. Ternyata disini ada yang foto prewed juga. 



HUTAN PINUS MANGUNAN

Buat kalian yang suka alam, wajib banget ke hutan pinus ini. Disana bisa duduk duduk sambil nikmatin suara angin dan pohon. Di dalamnya ada beberapa spot foto dan kamu harus bayar tambah. Ada rumah pohon yang tinggi banget, disana cuma boleh maximal 3 orang. Kalo dideskripsiin doang ini pasti kurang berasa feelingnya, hutan pinus ini lebih cocok untuk dinikmatin daripada dideskripsikan :) 




GUMUK PASIR

Indonesia rasa Mesir check! Namanya Gumuk Pasir, disana ada timbunan pasir yang cukup tinggi dan kalian bisa sandboarding. Disana banyak yang sewain alatnya, kalian bisa pake seharian. Oh ya, pas kita nyampe sana itu jam 11 siang. PANAS banget! Kaki berasa mau melepuh kena pasirnya. So untuk kalian yang mau kesini disaranin untuk pergi pas pagi hari supaya belum panas. Kalo sore hari juga sudh ga panas tapi masih ada sisa panas yang menyerap di pasirnya.


Hanya ini cerita di Jogja kita, next nya pasti mau ke Jogja lagi karena masih ada beberapa tempat yang belum dikunjungi seperti Taman Sari, Pantai Timang, Goa Jombang, dll. Semoga Indonesia cepat pulih dan kita bisa explore lagi.


Cheers,

Monica


Flash back Agustus 2015 - First Landing

Setelah 24 tahun cuma bisa ngerasain musim hujan dan musim panas, akhirnya mendarat dan hidup di negara yang ada musim dinginnya. I was so excited when I know Taiwan has 4 seasons so I can see the snow. But in fact Taiwan only has summer, raining season and winter (most of my Taiwanese friends say this) :P Ada satu hal yang awalnya membuat rada kecewa adalah pas tau musim dingin di Taiwan itu ga turun salju :(

Setelah mencari tau tentang musim dingin dan salju ini, ternyata hanya tempat tempat tertentu aja yang setiap tahunnya turun salju seperti di Hehuan Shan (合歡山) yang lokasinya cukup jauh dari Taipei (sekitar 4 jam perjalanan) dan akses public transportnya pun masih cenderung sulit. 


January 2016 - The unexpected things happened

Hello Olaf!

22 Januari - 24 Januari 2016 ada gelombang udara dingin yang menyebabkan suhu di Taipei mengalami suhu terendah dalam 44 tahun terakhir. And what happened then? Pada tanggal 23 Januari 2016 tengah malam Yangming Shang turun salju karena suhunya mencapai minus derajat. Tanpa pikir panjang, Minggu pagi tanggal 24 Januari 2016 langsung naik bus ke Yangmingshan yang jaraknya hanya sekitar 1-2jam dari Taipei untuk liat salju. Saat dijalan sedikit harap harap cemas dan mikir semoga saljunya masih ada dan belom cair. 

Yangmingshan's Busses

Taraaaa, jam 10:30 sudah sampai di Yangming Shan dan ternyata sudah banyak orang dan mobil disana. Saljunya masih nempel di daun dan rumput meskipun hanya tipis, diluar ekspektasi karena di bayangan awal adalah daun dan rumput full ketutup salju putih gitu, tapi ini masih ada hijau hijaunya. Karena ini salju pertama jadi masih tetep excited. Hari itu dilalui hanya untuk keliling di Yangmingshan National Park, nikmatin nuansa salju dan dinginnya. Dapet bonus juga ketika sekitar jam 4 atau 5 sore ada salju turun! My first snowfall!


The Atmosphere

Kita baru turun dari Yangmingshan sekitar jam 7 malam. Awalnya niat turun udah dari jam 3 sore tapi karena nungguin temen yang kejebak macet sekitar 3 jam pas naik keatas, mereka baru sampe sekitar jam 4 sore. Untung paginya dateng super pagi. Bener kata pepatah orang jaman dulu, kalo bangun kesiangan rejekinya bisa dipatok ayam. 


Beautiful in White!


Singkat cerita setelah keliling sekali lagi dengan rombongan yang lebih rame, kita antri bus untuk pulang sekitar jam 7 malam. Tetapi diluar dugaan, antrian bus sangat panjang mungkin sekitar 1 km. Salut sama Taiwan sudah terkoordinasi sangat baik untuk hal hal mendadak seperti ini, dari pemerintah langsung mengalokasikan banyak bus untuk rute Yangmingshan - MRT Jiandan (MRT terdekat untuk lanjut naik bus ke Yangmingshan). Tetapi sayangnya kita cukup malas untuk mengantri, jadi kami memutuskan untuk jalan kaki turun dari Yangmingshan ke Taipei (Shilin Night Market). 


Perjalanan penuh Bintang (Yangmingshan - Shilin Night Market)

Gak pernah terpikir jalan kaki turun dari gunung ke kota dengan jarak lebih dari 10km! Dan ga pernah kepikir juga ternyata jarak yang jauh itu ga akan terasa karena pemandangan yang super bagus dan tawa canda dengan teman saat perjalanan. Rombongan yang turun jalan kakipun tidak hanya kita, ada beberapa kelompok lainnya yang juga turun jalan kaki. Pemandangan malam sepanjang jalan cukup mencuri perhatian kita, lampu lampu kota yang terlihat dari atas gunung, bintang-bintang dilangit, cahaya bualan, udara sejuk bercampur dengan kegembiraan bisa melihat dan bermain salju. Jalan kaki dengan waktu tempuh 2 jam pun tidak terasa. Lelah? Pasti! Lapar? Ya dongg, jadi kita mampir Shilin Night Market untuk beli makan malem habis itu baru kita bubar.

Sayang tidak sempat foto pemandangan malam saat jalan kaki turun dari Yangmingshan, karena mata sudah terlalu terpesona sehingga melupakan HP atau kamera. Dilema terbesar untuk moment moemnt seperti ini adalah terkadang kita harus memilih untuk mengabadikan moment dengan kamera atau menikmati setiap detiknya tanpa gangguan apapun. Namun apapun pilihannya, yang terpenting adalah peristiwa itu akan selalu terkenang dihati :)

Love, from Yangmingshan


Jakarta, 3 October 2020

Salam untuk Yangmingshan,


Monica

 Hello again!

Setelah sekian lama dan hampir melupakan blog ini, tiba-tiba kepikiran buat nulis lagi karena sekarang lagi PSBB dan Covid yang tak kunjung berakhir buat kangen naik gunung. Sebenernya di gunung harusnya lebih aman dari Covid kan? Haha..

Well, disini mau flash back perjalanan hampir 5 1/2 tahun lalu. Lebih tepatnya 11 Mei 2015 - 14 Mei 2015. Pertama kalinya ngerasain naik kereta ekonomi dan itu langsung ke Malang. Pertama kalinya coba jadi anak gunung, dan gilanya kita berempat belom ada yang pernah naik gunung. Kita langsung coba gunung Semeru! Upss, meskipun akhirnya cuma sampe Ranu Kumbolo doang si karena kurang perisapan. 

Selamat datang pendaki!

Awalnya karena beberapa tahun sebelumnya muncul film yang judulnya 5 cm dan kita ngerasa itu keren, kenapa ga dicoba? Pergilah kita ke Malang buat ke Semeru, bukan ke Bromo (padahal harusnya Bromo duluan ya?) dan sampe sekarangpun belom ngerasain pergi ke Bromo :( But, it's ok. Semeru worth to try.

Bromo atau Semeru?

Day 1 - Ready to go?!

Perjalanan dimulai dari kita mencari cari Stasiun Pasar Senin itu dimana (maklum baru pertama) dan kita belom pernah ada yang naik kereta antar kota. Kereta kita berangkat sekitar jam 4 atau 5 sore, lupa lebih tepatnya jam berapa karena sudah lama sekali. Awalnya kita excited tapi ternyata begitu udah sampe Semarang, saat itu tengah malem dan berhenti di Semarang lumayan lama. Disana mulai deh berasa badan pegel pegel karena kursinya ga bisa disenderin dan ga bisa tidur nyenyak. Pagi paginya kereta sudah sampai daerah Jawa Timur, kita bisa liat sunrise ditengah sawah. Lumayan buat ngelupain kalo kita ga bisa tidur semaleman. Sekitar tengah hari kita sudah sampai di Malang. Karena kita punya teman yang ngekost di Malang, jadi kita tinggal disana di daerah Batu. Kebetulan kostnya masih banyak kamar kosong dan dia bisa jadi guide kita.

Sawah dipagi hari

Begitu sampe Malang kita baru bener bener siapin apa yang kita butuhkan buat ke Semeru, mulai dari nelponin Jeep buat ke Ranu Pani, sewa alat alat buat camp mulai dari kompor, tenda, dll. 

Day 3 - Semeru, Here We Go! #dramadimulai

Singkatnya setalah kita hampir ga kedapetan Jeep buat naik ke Ranu Pani, akhirnya kita ketemu 1 yang bisa angkut kita. Berangkatlah kita ke Ranu Pani, kita dijemput pagi pagi dari tempat kost untuk jalan ke Ranu Pani, 1 jeep isinya hanya kita berempat. Sambil jalan kita ada ngobrol ngobrol sama masnya, dan tiba tiba muncullah 1 pertanyaan yang buat kita syok "Sudah daftar?" Taraaaaaa!! Kita semua ga ada yang tau kalo harus daftar dulu. Oke akhirnya kita bilang "Belom, memang harus daftar?". Masnya bilang harus. Dan cerita berikutnya adalah kita akhirnya dibantuin daftar sama Mas Jeepnya, karena ternyata dia punya rombongan trip juga jadi nama kita dimasukin kesana. 

Jeep Sewaan kita 

Welcome to Ranu Pani

Sebelom mulai naik, kita ada briefing singkat dan disana juga baru tau kalo harus pake sepatu kalo mau manjat sampe puncak Semeru. Saat itu g cuma pake sendal gunung! :( Pas briefing itu dipinjemin sepatu sama Mas Jeepnya supaya bisa lolos dikasih naik. Setelah beberapa orang bilang kalo naik ke Semeru harus 3 hari 2 malem, akhirnya kita mutusin coba naik dulu dan kita lihat bagaimana. Meskipun masih mau ke Semeru tapi entah kenapa hati sudah bilang kita cuma bisa sampe Ranu Kumbolo karena kurang persiapan. 

Day 3 - Orang Baik :)

Diluar bayangan ternyata naik gunung itu bukan benar benar mendaki. Kita hanya jalan tracking di hutan, untuk sampai Ranu Kumbolo dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam dan kita akan melalui 3 post dimana waktu dari 1 post ke post lainnya butuh waktu sekitar 45menit - 2 jam. Disinilah gue ketemu orang orang baik. 

1. Ketika jalan dari post 1 ke post lainnya ketika berpapasan sama orang dari awah berlawanan, mereka selalu bilang. "Semangat tinggal sedikit lagi sampe kok"
Mereka selalu kasih motivasi ke kita! Yang lucu adalah ketika kita lagi jalan, kita berpapasan dengan orang dan kita bertanya "Berapa lama lagi sampe postnya?" Orang tersebut bilang, "Paling 30 menit lagi sampe" dan setelah kita berjalan, kita berpapasan dengan orang lainya dan dia bilang "Ayo semangat 45 menit lagi sampe." They are so cute and mood booster. 

2. Dibantu diriin tenda oleh orang asing. Kita sampe di post 3 udah sekitar jam 5 sore dan langit pelan pelan jadi gelap. Disini kita ketemu 1 rombongan dan pas ngobrol ngobrol tiba tiba dia tanya "Bisa diriin tenda?" Jrenggg!! Kita berempat baru kepikiran, kita ga ada yang pernah coba diriin tenda! Akhirnya kita bilang "Ngga, haduh gimana ya?" dan akhirnya dia blg "Gampang kok nanti dibantuin deh." Okay disini kita selamat! Dari post 3 ke Ranu Pane suasana sudah gelap dan tanjakannya cukup tinggi jadi kita pelan pelan, kita naik beberpa langkah terus kita duduk mandangin langit yang udah penuh bintang. Sesampainya di Ranu Pane bener dong ternyata orang yang tadi ketemu sama kita nyamperin kita dan bantu untuk diriin tenda. Padahal udah gelap dan cuma modal senter tapi dia bisa ingat. Disinilah gue ngerasain dimana banyak orang asing tapi malah berasa lebih nyaman. Kok bisa? Atau gue aja yang norak? Itu first impression gue terhadap anak gunung dan apa yang buat gue cinta sama gunung. 

Day 4 - Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta

Suhu malam itu sekitar 11 derajat dan sekitar 8 derajat di pagi harinya. Kita ga nyangka bakal sedingin itu, dan keesokan paginya dengan PDnya g keluar tenda tanpa pake kaos kaki. Baru jalan 3-4 langkah gue langsung balik lagi ke tenda buat pake kaos kaki. Gue suka dingin tapi disana bener dingin banget! Sampe ada kabut dari danau. Pertama yang dicari adalah toilettt! Ternayata toiletnya hanya ada sekat dan langsung lobang. Oke itu bau cuma okelah, karena kita jadi bersatu dengan alam.

Good Morning from Ranu Kumbolo
Muka batal :p


Setelah semua bangun akhirnya kita sarapan dengan view danau Ranu Kumbolo. Karena kita hanya sampai Ranu Kumbolo, jadi pagi setelah sarapan kita keliling Ranu Kumbolo dan coba naik tanjakan cinta. Konon katanya kalo nanjak itu ga boleh nengok kebelakang supaya jodonya tercapai. Tapiii gue ga tahan buat nengok kebelakang karena pemandangannya bagus. 

Me and Ranu Kumbolo
Tanjakan Cinta
View dari Tanjakan Cinta
Semeru sudah di depan mata!

Day 4 - Sayonara Ranu Kumbolo

Till we meet again

Satu yang sangat sangat sangat penting sebelom kalian balik, JANGAN LUPA BAWA SAMPAH KALIAN!

Kita butuh waktu lebih lama buat baik ke Ranu Pane karena ada teman kita yang kurang enak badan jadi speed kita melambat. Kita butuh sekitar 8-10 jam untuk balik. Sampe di Ranu Pane sudah gelap dan kita turun dari Ranu Pane ke pasar di Malang dengan truck. Disana ada truck standby untuk nungguin orang orang yang mau turun dengan biaya ekonomis. Jadi kita pilih menggunakan truck itu. Truck akan jalan ketika sudah banyak penumpangnya. So kita ga perlu booking jeep untuk turun kebawah meskipun kalo kita mau juga sebenernya bisa. 


Buat kalian yang belom pernah naik gunung atau takut buat coba naik gunung, cobalah! Orang gunung itu lebih baik daripada orang kota :) They really can help us, give us motivation and courage. Jangan lupa untuk persiapkan diri kalian, kalo bisa olahraga rutin sebelom naik gunung supaya fit dan punya stamina yang bagus. Browsing browsing tentang tujuan kalian, barang apa aja yang perlu disiapkan dan dibawa. Enjoy your journey. Pecayalah sesusah apapun perjalanan/ trip kalian pasti akan berujung dengan cerita yang unik untuk diceritakan. 


Salam 

Monica

Sang Petualang 


Travel Like a Local - Xiaowulai (小烏來)


Xiaowulai
Hello I’m Back. Kali ini saya akan ngebahas tempat yang mungkin belom terlalu banyak orang yang tau. Kalo saya bilang Hualien dan Taroko National Park mungkin teman-teman sudah familiar dengan tempat tersebut, hanya saja jaraknya cukup jauh dari Taipei. Untuk teman-teman yang mau berkunjung ke tempat yang menyerupai Taroko National Park mungkin bisa mencoba alternative tempat ini. Tempat dengan sungai jernih yang berwarna biru, jembatan kayu yang membantang panjang diatasnya dan pepohonan hijau di sekelilingnya, sambil menikmati udara segar dan suara air mengalir. Eits, tidak hanya itu, teman-teman juga bisa meraksan sensai jembatan kaca yang membantang diatas air terjun dan dikelilingi oleh pepohonan. Hanya dengan mambayar tiket masuk seharga 50 NT untuk orang dewasa. Tapi perlu diperhatikan, tempat ini tutup setiap hari Selasa dan jangan pergi ketika bulan bulan angin topan. Saya pergi sekitar bulan Februari.

Xiaowulai 小烏來
Sungai dibawah Yixing Suspension Bridge


Xiaowulai ScenicResort小烏來風景特定區

Xiaowulai, tempat ini terletak di samping kota Taipei, persisinya di kota Taoyuan. Dari Taipei membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai tempat ini (1 jam perjalanan melalui kereta dan 2.5 jam perjalanan melalu bus). Gimana sih caranya keXiaowulai ini? Yuk disimak, saya akan bahas satu persatu dibawah.


Transportasi

taipei ke xiaowulai
Transportation by Google Map

Taipei Main Station – Taoyuan TRA Station(桃園火車站) by train
Untuk jadwal keretanya bisa dicek di :
http://163.29.3.92/twrail/EN_QuickSearch.aspx atau google map, karena banyak banget kereta yang kesana. 
Secara garis besar, kereta ini terbagi menjadi 2 yaitu local train dan limited express (berada dalam 1 stasiun yang sama dan jalur yang sama, hanya saja jam kedatangannya berbeda). Waktu yang ditempuhpun beragam dari 30 menit-45 menit (terantung jam dan jenis kereta). Harga untuk local train sekitar 42 NT dan limited express 66 NT.
Local train akan berhenti di setiap stasiun (Wanhua, Banqiao, Fuzhou, Shulin, dst) untuk Limited express hanya berhenti  di Banqiao, Taoyuan lalu lanjut ke arah Selatan. Limited Express umumnya digunakan untuk perjalanan jauh (ke Kaohsiung atau Pingtung) dan biasanya memerlukan tiket khusus untuk mendapatkan tempat duduk. Untuk local train mirip seperti MRT (hanya menggunakan Yoyo Card), tidak butuh tiket khusus, biasanya tujuan akhir dari local train ini adalah Miaoli atau Hsinchu.
NOTES  : 
Teman-teman jangan sampe salah naik ya. Selain local train dan limited express ada 1 lagi yang namanya HSR (High Speed Rail), nama stasiunnya sama Taoyuan juga, tetapi lokasinya berbeda dan sangat jauh dari Taoyuan Bus Station . Untuk ke Taoyuan Bus Station cukup pake kereta biasa saja.

Taoyuan Bus Station(桃園客運總站) – Xiaowulai (小烏來風景區)by Bus

Sesampainya di Taoyuan Station, anda perlu berjalan keluar dari Station sejauh ± 500m (5 menit). Secara detailnya ketika keluar dari gate (tap out kartu) langsung belok ke kanan sampe mentok (ada tulisan bus 502 (小烏來) lalu ke kanan lagi turun Eskalator. Setelah turun coba tengok kanan kiri sampe ketemu family mart. Jalan ke arah family mart, lurus terus sampe melewati family mart. Posisi family mart di sebelah kiri dan Terminal Bus Taoyuan di sebelah kanan setelah family mart (± 200m setelah family mart).
bus 502 xiaowulai
Petunjuk Bus 502 (Xiaowulai) di Stasiun Taoyuan

bus 502 taoyuan
Petunjuk Bus 502 (Xiaowulai) di Stasiun Taoyuan
Jadwal bus 502 menuju Xiaowulai
Jadwal bus 502 dari Terimal Taoyuan

502 公車 小烏來
Jadwal bus 502 dari dan menujuTerimal Taoyuan
Source  http://traffic.tycg.gov.tw/

bus 502 150 NT
Tiket Bus Return Xiaowulai

502 公車 小烏來
Jadwal bus 502 dari dan menujuTerimal Taoyuan

Perjalanan dari Taoyuan ke Xiaowulai membutuhkan waktu ± 2.5 jam. Harga tiket return 150 NT. Tiket bisa dibeli ketika sampai di Terminal Bus (ada loket kecil di sebelah kiri).


Lokasi - Xiaowulai (小烏來)

Sesampainya disana kalian harus berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai loket pembelian tiket. Harga Tiketny 50 NT sudah termasuk tiket masuk jembatan kaca dan jembatan kayu (1x masuk).
Ada beberapa tempat disini yang terkenal, atau bisa juga diintip disini https://travel.tycg.gov.tw/zh-tw/Travel/Attraction/583

1.       Jembatan Kaca Xiao Wulai Skywalk(小烏來天空步道)

Jembatan Kaca ini adalah icon dari Xiaowulai, jadi pasti rame banget yang datang kesini. Pengunjung diberikan waktu 15-30 menit untuk berfoto dan melihat pemandangan di jembatan kaca ini. So, buat foto disini tanpa orang lain sedikit susah, tapi bisa kok J https://travel.tycg.gov.tw/en/travel/attraction/723
xiaowulai skywalk
Jembatan Kaca

xiaowulai waterfall
Air terjun dibawah jembatan kaca
xiaowulai waterfall
Air terjun dibawah jembatan kaca

2.       Jembatan kayu gantung (diatas jurang) Xiao Wulai Sky Rope Bridge(小烏來天空繩橋)

Setelah puas foto-foto di jembatan kaca, kini saatnya menikmati pemandangan jembatan kayu. Anda harus melewari air terjun kecil lalu jalanan sedikit menanjak dengan penjual makanan diatasnya. Tidak jauh dari sana sudah ada loket untuk jembatan kayu. Tidak perlu beli tiket lagi karena tiket jembatan ini sama seperti jembatan kaca. Hampir sama seperti jembatan kaca, anda hanya boleh sekali melewati jembatan ini. Anda harus antri terlebih dahulu karena jumlah orang yang melalui jembatan ini dibatasi. Tapi untuk melewati jembatan ini tidak diberikan batas waktu.
https://travel.tycg.gov.tw/en/travel/attraction/1040

小烏來天空繩橋
Xiaowulai Sky Rope Bridge

3.       Waterfall  longfeng falls龍鳳瀑布

Keluar dari jembatan kayu yang super panjang, kalian akan diberikan pilihan, ke kiri (waterfall) atau ke kanan (jembatan kayu diatas sungai yang airnya sangat jernih). Karena sudah sore, waktu itu saya memilih untuk melihat jembatan kayu satunya. Mungkin lebih tepatnya salah pilihan. Hahaha. Jadi untuk waterfall saya tidak akan bahas terlalu jauh. Saya lihat di google map, waterfallnya cukup bagus. Rada nyesel sih sebenernya ga sempet ke waterfall.

4.       Jembatan kayu gantung (diatas sungai) Yixing Suspension Bridge(義興吊橋)

Perjalanan ke jembatan kayu kedua ini membutuhkan waktu ±30 menit. Perjalanan dimulai dengan tangga naik yang cukup tinggi. Lalu kalian akan tia di sebuah tempat seperti baklon di pinggir jalan dengan pemandangan gunung dan lembah. Disini kalian bisa berjalan jalan santai dan foto-foto sejenak. Setelah itu, kalian akan menemukan tangga turun di sisi kanan yang mengantarkan kalian ke dalam hutan bamboo. Nuansa hutan ini seperti di film-film Korea buat yang punya pasangan boleh dicoba jalan gandengan tangan sama pasangan turun tangga sambil setel lagu korea. Hahaha. Yang ga punya pasangan cukup jadi fotografer aja :P
Perjalanan di “hutan” ini cukup panjang sampai saya sendiri sempat berfikir mungkin nyasar. Tetapi karena beberapa kali bertemu dengan orang dari arah berlawanan jadi saya coba untuk berjalan terus. Setelah berjalan ±15 menit sampailah saya di sebuah jembatan yang lebih bagus daripada jembatan kayu yang pertama dan yang lebih menyenagkan, disini tidak banyak orang. Entah karena sudah terlalu sore atau terlalu jauh untuk kesini. Dibawah jembatan ini terbentang sungai dengan air yang ernih biru kehijauan.
https://travel.tycg.gov.tw/en/travel/attraction/1259

Xiaowulai 小烏來
Perjalanan menuju Yixing Suspension Bridge
小烏來 Xiaowulai
Yixing Suspension Bridge




A little story about Xiaowulai – My personal feeling flashback

Bagi saya, Xiaowulai salah satu tempat di Taiwan yang kasih memori abadi. Disini saya hampir ditinggal bus terakhir, hingga akhirnya ke kantor polisi dan cegat bus dipinggir jalan. Hahaha. Bagaimana sih ceritanya?
Ceritanya dimulai ketika saya memutuskan untuk mengunjungi jembatan kayu kedua. Mungkin sudah hampir jam 16.00 saya mulai berjalan menuju jembatan kedua. Sebelumnya saya sudah mengecek jadwal bus terakhir adalah jam 17.10. Saya berpikir masih ada waktu untuk bulak-balik ke jembatan tersebut. Tetapi karena asik foto-foto dan jalan menuju jembatan ini cukup naik turun akhirnya saya memutuskan untuk balik ke terminal menggunakan jalan lain. Saya bukan memilih putar balik mengikuti jalan pada saat saya pergi, tetapi saya jalan menyeberangi jembatan dan lurus terus. Saya mengecek google map, sekitar 40 menit untuk berjalan kaki sampai ke terminal. Saat itu sudah sekitar jam 16.40, setelah keluar jembatan saya menemukan jalan raya yang cukup besar tetapi di jalan ini. Tetapi jalan ini cukup sepi, jarang sekali ada mobil dan motor yang lewat. Saya jalan sambil terus melihat jam “keburu gak ya”, sambil terus berjalan cepat. Sudah hampir jam 17.00 dan saya masih di jalan, saya pikir tidak akan sempat bila saya berjalan sampai terminal bus Xiaowulai. Saya kembali mengecek goolge map, ada titik cerah disana, saya akan tiba di bus stop yang dilalui oleh bus tersebut. Tetapi setelah saya cek rute busnya, bus tersebut tidak berhenti di bus stop yang saya maksud. Ketika saya sampai di bustop tersebut sudah jam 17.10. Saya berpikir tidak akan sempat bila saya berjalan lagi menuju terminal Xiaowulai. Disaat itu saya melihat kantor polisi di depan bus stop dan saya bertanya ke polisi disana. Apakah bus tersebut akan berhenti di bus stop ini. Karena saya sudah memiliki tiket pulang pergi. Dengan santainya polisi tersebut berkata “tunggu aja di bus stop”, saya sedikit lega mendengar perkataannya namun masin ada perasaan was-was. Saya menunggu di bus stop dengan perasaan campur aduk, ini di desa jauh dari kota tidak ada kendaraan umum terus saya harus tinggal dimana kalo busnya ga mau angkut. Saya sengaja mengeluarkan tiket saya dan terus menggenggamnya. Begitu bus datang saya langsung melambaikan tangan yang memegang tiket gaya nyetopin kopaja di Jakarta. Hahaha. Tidak disangka bus tersebut berhenti dan dalamnya kosong! Hanya seorang supir yang mengemudikan bus. Coba bayangkan kalo busnya penuh, saya tetap ga bisa ikut pulang. Tapi untung saja tidak ada orang. This journey is really worth it!

Cheers,
Monica
Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

I'm only the explorer but not a good story teller. I just share what's on my mind based on my experiences.

Follow Me

Instagram Facebook Youtube

What are you curious about?

My Journey

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  July (1)
      • Jogja.. Where to go?
  • ►  2020 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)

POPULAR POSTS

  • Winter in Japan - Shirakawa Go
    8 Days In Japan Tokyo – Shirakawa Go – Kyoto – Osaka – Kawaguchiko – Tokyo  Day 1 (18 Feb 2017) – Tokyo (Senso Ji – Shibuya – Shinju...
  • Paragliding di Taiwan - Wanli District
    Sebelum baca lebih lanjut saya punya satu pertanyaan yang katanya bisa mengetahui kepribadian seseorang. “Kamu lebih suka gunung atau pan...
  • Another Side of Taiwan – Xiaowulai (小烏來)
    Travel Like a Local - Xiaowulai (小烏來) Xiaowulai Hello I’m Back. Kali ini saya akan ngebahas tempat yang mungkin belom terlalu bany...

Categories

  • Experiences
  • Indonesia
  • Japan
  • Nature
  • Taiwan

EXPLORE THE WORLD

INDONESIA | TAIWAN | CHINA | JEPANG | THAILAND | SINGAPORE

Say "HELLO"

Hello to the world! Hello from far away to all the places that I want to visited. And thank you to the universe to give us beautiful landscape.

All time favourite

  • Winter in Japan - Shirakawa Go
    8 Days In Japan Tokyo – Shirakawa Go – Kyoto – Osaka – Kawaguchiko – Tokyo  Day 1 (18 Feb 2017) – Tokyo (Senso Ji – Shibuya – Shinju...
  • 6 tips jalan jalan murah di Taiwan
    Hello ini adalah posting pertama dari saya dalam rangka kangen banget sama Taiwan. Kalo kata temen temen...
  • Paragliding di Taiwan - Wanli District
    Sebelum baca lebih lanjut saya punya satu pertanyaan yang katanya bisa mengetahui kepribadian seseorang. “Kamu lebih suka gunung atau pan...
Little Escape

Traveling | Taking a picture | Get Lost | Eat | Play

Visitors

Copyright © 2016 Little Escape. Created by OddThemes